Merasa Sajian Menu MBG Yang Disediakan SPPG CV. Putra Abdi Nusantara Tidak Memenuhi Standar Gizi, Sejumlah KS dan Guru Mengeluh

By Editor 29 Jan 2026, 13:14:33 WIB Daerah
Merasa Sajian Menu MBG Yang Disediakan SPPG CV. Putra Abdi Nusantara Tidak Memenuhi Standar Gizi, Sejumlah KS dan Guru Mengeluh

Keterangan Gambar : Salah satu sajian menu SPPG Putra Abdi Nusantara



Newwartaindonesia.com/Probolinggo – Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) CV. Putra Abdi Nusantara yang beroperasi di wilayah Desa Kerpangan kembali menjadi sorotan publik. Menyusul laporan dari sejumlah kepala sekolah dan wali murid terkait menu makanan yang disajikan pada siswa dinilai tidak sesuai ketentuan pemenuhan gizi.

Diketahui, SPPG tersebut sempat menjadi sorotan dan polemik dikalangan lembaga pendidikan yang mendapat pasokan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari CV. Putra Abdi Nusantara, bahkan sempat diberitakan oleh salah satu media online terkait buruknya menu makanan yang dibagikan kepada peserta didik. Dalam pemberitaan tersebut, menu yang disajikan diduga tidak memenuhi standar gizi dan regulasi yang telah ditetapkan dalam program pemenuhan gizi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Beberapa kepala sekolah menyampaikan keberatan atas menu yang diterima siswa, baik dari segi kualitas, porsi, maupun variasi makanan. Kondisi tersebut juga dikeluhkan oleh para wali murid yang khawatir terhadap asupan gizi anak-anak mereka. Keluhan tersebut awalnya sempat mendapat respon dari pengelola SPPG, namun ternyata respon tersebut tidak konsisten, mengingat sajian menu dibeberapa hari berikutnya kembali tidak tidak layak dikonsumsi sebagai pendukung asupan gizi. 

“Menu yang diterima anak-anak masih sering dikeluhkan, baik rasanya maupun kelayakannya. Kami berharap ada perbaikan serius karena ini menyangkut kesehatan dan tumbuh kembang siswa,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Keluhan serupa juga datang dari pihak sekolah yang berharap agar penyedia SPPG benar-benar mematuhi regulasi dan standar yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga tujuan program pemenuhan gizi dapat tercapai secara maksimal. Ternyata ketidakpuasan atas sajian MBG ini juga dikeluhkan kader Posyandu yang merasa MBG yang diberikan pada balita tidak memenuhi standar seperti yang diharapkan.

Masyarakat dan pihak sekolah berharap adanya evaluasi dan pengawasan lebih ketat dari instansi terkait agar permasalahan serupa tidak terus berulang, mengingat program pemenuhan gizi merupakan program strategis yang menyangkut kesehatan dan masa depan generasi muda. 

Kepala SPPG Putra Abdi Nusantara, Amelia Trisya Yuliastika yang dikonfirmasi terkait keluhan sajian menu MBG yang dikelolanya, mengatakan akan melakukan evaluasi dan akan dikonsultasikan dengan salah satu anggota DPRD. Diduga anggota dewan ini sosok pemilik atau penyandang dana atas keberadaan SPPG ini. (Tim)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment